Jakarta Selatan, Mataconews.id – Dinamika dunia pembiayaan yang semakin kompleks menuntut perusahaan untuk memiliki strategi hukum yang kuat, terukur, dan adaptif. Menjawab tantangan tersebut, tim Legal Matacon Group menggelar pertemuan strategis dengan jajaran manajemen PT KB Bukopin Finance guna membahas peluang kerja sama dalam bidang penanganan aset, pendampingan hukum, serta penguatan sistem penyelesaian permasalahan aset perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung di kantor pusat PT KB Bukopin Finance, Jalan Melawai No. 66, Kramat Pela, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara sektor pembiayaan dan layanan hukum yang profesional.
Direktur Matacon Safeguard, Sarlun S., S.H., C.L.A.D., yang hadir mewakili Matacon Group, memaparkan berbagai potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan guna mendukung efektivitas pengelolaan dan pengamanan aset perusahaan.
Dalam paparannya, Sarlun didampingi rekannya Agus Thalib menjelaskan bahwa Matacon Group tidak hanya memiliki kekuatan pada aspek pendampingan hukum, tetapi juga didukung oleh berbagai lini usaha yang saling terintegrasi. Di antaranya adalah kantor hukum yang fokus pada penanganan perkara perdata maupun bisnis, media online Mataconews.id sebagai sarana publikasi dan edukasi informasi, serta PT Matacon Trans Sinergi yang dapat mendukung kebutuhan operasional di lapangan.
“Penanganan aset perusahaan saat ini tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penagihan semata. Diperlukan sinergi antara aspek hukum, komunikasi publik, pengelolaan risiko, dan dukungan operasional yang terintegrasi agar penyelesaiannya berjalan efektif, profesional, dan tetap sesuai koridor hukum,” ungkap Sarlun dalam forum diskusi tersebut.
Dari pihak PT KB Bukopin Finance, pertemuan dihadiri oleh Deny Muharam dan Andry Alvin Panggabean. Kedua perwakilan perusahaan turut menyampaikan pandangan mengenai tantangan pengelolaan aset pembiayaan di berbagai daerah serta pentingnya membangun kemitraan yang mampu memberikan solusi secara cepat, tepat, dan berlandaskan hukum.
Diskusi berlangsung produktif dengan fokus pada penguatan tata kelola penanganan aset, mitigasi risiko hukum, peningkatan efektivitas penyelesaian sengketa, hingga pengembangan pola kerja sama yang berorientasi pada kepastian hukum dan perlindungan aset perusahaan.
Pertemuan ini sekaligus menjadi cerminan bahwa dunia usaha modern membutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk menghadapi berbagai tantangan bisnis. Kehadiran lembaga pendamping hukum yang profesional, dukungan media yang kredibel, serta jaringan operasional yang luas dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan aset yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Matacon Group dan PT KB Bukopin Finance berharap dapat membangun kemitraan strategis yang tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan aset, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya budaya kepatuhan hukum, tata kelola perusahaan yang baik, serta peningkatan kepercayaan publik terhadap industri pembiayaan di Indonesia.
“Kolaborasi bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan upaya bersama untuk menghadirkan solusi yang profesional, berintegritas, dan memberikan kepastian hukum dalam setiap proses penanganan aset perusahaan,” tutup Sarlun. (red)







