Yogyakarta, Mataconews.id –Kata kang Parmin “Banyak organisasi gagal bukan ketika kekurangan anggota, melainkan ketika
pertumbuhan anggota lebih cepat daripada pembentukan budaya organisasi.” Karena itu, bagi PARMIN, bertambahnya anggota bukanlah tujuan utama. Yang lebih penting adalah bertambahnya kesadaran, kedewasaan, dan kesamaan nilai di antara seluruh kader.
Kata kang Parmin, Merekrut kader memang penting. Namun membangun karakter kader jauh lebih penting. Menambah jumlah anggota memang perlu. Namun menjaga arah perjuangan jauh lebih menentukan. PARMIN tidak dibangun hanya untuk menjadi besar. Tetapi PARMIN dibangun untuk tetap benar dalam perjuangannya.
Oleh sebab itu, setiap kader PARMIN wajib menjadikan tiga nilai utama sebagai napas
perjuangan:
Integritas — jujur dalam pikiran, perkataan, dan tindakan.
Loyalitas — setia kepada cita-cita perjuangan, bukan kepada kepentingan pribadi.
Militansi — teguh dalam pengabdian kepada rakyat, tanpa menyerah oleh tekanan, godaan, maupun keadaan.
Kata kang Parmin, Kita boleh tumbuh perlahan. Kita boleh berjalan tanpa gemerlap. Tetapi jangan pernah kehilangan jati diri. Sebab organisasi yang besar tanpa nilai akan mudah runtuh. Sedangkan organisasi yang kuat dalam nilai akan tetap berdiri meski diterpa berbagai ujian.
Dan malam ini, marilah kita merenungkan satu hal penting:
“PARMIN bukan saya. PARMIN bukan Anda, bukan Dia, bukan juga Mereka.
Tapi PARMIN adalah kita“
Kita yang datang dari latar belakang yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh cita-cita yang sama. Kita yang percaya bahwa rakyat kecil berhak didengar. Kita yang percaya bahwa keadilan tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang kuat. Kita yang percaya bahwa politik harus kembali menjadi alat pengabdian, bukan alat kekuasaan. Karena sesungguhnya, ketika seseorang bertanya siapa PARMIN, maka jawabannya bukan
nama seorang pendiri, bukan nama seorang ketua, dan bukan nama seorang pengurus. Jawabannya adalah: kita.
Ya, kitalah PARMIN.
Jogja Pinggiran, Medio Juni 2026
Salam Satu Jiwa, Jiwa – Jiwa PARMIN







